Jumat, Mei 1, 2026
Payungi.org
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
Payungi.org
No Result
View All Result
Home Catatan

Bidadari Sebenarnya

"Sepeninggal Mbak Hifni, semangatnya tak pernah benar-benar hilang; ia hidup dalam setiap ide, diskusi, dan langkah kecil yang akan dilanjutkan." - Meti Kurniawati, S.Gz., M.KM

by Payungi
30 Juli 2025
in Catatan, In Memoriam: Hifni, Wes
Reading Time: 3min read
A A
0
Bidadari Sebenarnya
Bidadari Sebenarnya
Share on FacebookShare on Whatsapp

Mbak Hifni telah tiada. Pergi meninggalkan dunia dengan segala amal, doa, dan kenangan yang ditinggalkannya. Tapi betapa menjengkelkannya bagi saya ipar nya,hari ini saya pasang badan untuk membela nya paling depan. Bahkan setelah kepergiannya, masih ada lidah-lidah yang tak jua belajar diam. Masih saja ada yang mencibir, mengomentari hidupnya, seolah hidup mereka sendiri bebas dari kekurangan. “Sayang, belum punya anak…” ucapan yang terdengar ringan di mulut, tapi berat dan menyakitkan di hati kami yang ditinggalkan.

Tahukah kita betapa ia dulu mungkin berdoa dalam diam, berharap, berusaha, dan bersabar dengan luka yang tak pernah diumbar? Tak semua orang diberi amanah yang sama. Ada yang diuji dengan banyak anak, ada yang diuji dengan belum diberi keturunan. Tapi keduanya tetaplah ujian, bukan cela.

Sekarang, saat ia telah berpulang, yang seharusnya kita kenang adalah kebaikannya, bukan kekurangannya. Yang harus kita doakan adalah ampunannya, bukan membahas apa yang tidak ia miliki. Sebab, tak ada satu pun dari kita yang tahu bagaimana posisi seseorang di sisi Allah. Bisa jadi, ia jauh lebih mulia karena kesabarannya dibanding kita yang hidup, tapi sibuk menghakimi.

Diamlah jika tak bisa mendoakan. Heningkan hatimu jika tak bisa menghormati. Karena adab kepada orang yang telah wafat bukan hanya dengan menabur bunga, tapi juga menjaga nama baiknya dari luka yang ditinggalkan lisan manusia.

Mbak Hifni itu cantik, kulitnya putih bersih dan tanpa make up dia sangat cantik, badannya tinggi besar dan cerdas luar biasa MasyaAllah, karena saya paham kakak saya juga punya selera yg bagus memilih pasangan.

Sebelum berpulang ia jauh sudah lebih menata hati nya, saya bersaksi dia pribadi yg baik lagi santun, saya yakin kakak saya dibalik retorika nya membekas luka ditinggalkan pasangan yg cukup dalam. Sebutannya sakit tapi tak berdarah, bagaimana aku mulai melanjutkan hidup dan bagaimana meneruskan perjalanan ini tanpa Hifni.
Ia dimakamkan di Taman Edupark 29 Metro Utara yang asri lingkungannya sejuk. Rumah baru nya bernama Taman Pemakaman Husnul Khotimah yg semoga Allah meninggikan derajatnya bersama orang orang yg sholeh.

Semangat saya untuk lanjut S3 pun makin membara karena dia banyak memberi informasi dan banyak bekal. Si ipar cerewet ini banyak tanya tentang toefl, beasiswa, esay dan selalu dijawab nya dengan cepat dan mantab.
Sabtu pagi dua hari sebelum ia berpulang saya sumringah sekali dia masih WA dengan sapaan ramah
BIDADARI 💓💓, saya tau kondisinya sudah tak baik baik saja, tapi dia masih dengan tulus menyapa adik ipar yg tengil ini sebagai pesan terakhir untuk dikenang. Indahnya lagi setahun lalu dia umroh dan membelikan kami oleh oleh, saya mba anik dan ibu kami abaya berwarna hitam yg bahannya lembut sekali ternyata yg pada waktunya kami kenakan saat berpulangnya beliau.
Ia menjemput kematian dengan rapih dan manis.

Hingga akhir hayatnya, Mbak Hifni masih aktif menempuh pendidikan sebagai mahasiswa doktoral di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung melalui program beasiswa. Ia adalah sosok yang tak kenal lelah dalam menuntut ilmu, membuktikan bahwa perempuan bisa berdiri teguh di garis depan perjuangan akademik dan sosial.

Di luar dunia kampus, Mbak Hifni dikenal luas sebagai narasumber di berbagai forum nasional, termasuk di Badan Akreditasi Nasional dan Program Pengembangan Dosen Muda (PDM). Beberapa kenalan ku satu persatu menyampaikan bahwa dia fasilitator yg handal. Ia adalah sumber inspirasi bagi banyak akademisi muda, dengan pemikiran yang jernih, komitmen yang tinggi, serta integritas yang tak tergoyahkan.

Tak hanya di ranah akademik, Mbak Hifni juga aktif dalam organisasi WES (Women Environment Studies), tempat ia memperjuangkan isu-isu lingkungan dari perspektif perempuan. Kiprahnya di WES menunjukkan kepedulian mendalam terhadap keberlanjutan bumi dan peran perempuan dalam menjaga alam semesta. Saya pun diajak nya kolaborasi dengan tema literasi Gizi Januari lalu, ya Allah padahal aku harap masih ada banyak kolaborasi yg kita buat bersama. Sepeninggal Mbak Hifni, semangatnya tak pernah benar-benar hilang ia hidup dalam setiap ide, diskusi, dan langkah kecil yang akan dilanjutkan di Women Environment Studies (WES). Bersama Program Studi Gizi Universitas Aisyah Pringsewu, kami ingin meneruskan jejak kebaikannya: membahas isu-isu gizi dengan hati, menyentuh kehidupan perempuan dan anak-anak, dan menanam harapan lewat edukasi dan pangan lokal. Karena kami percaya, mimpi-mimpi Mbak Hifni tentang masa depan gizi yang lebih adil dan manusiawi masih bisa diwujudkan bersama, dengan kepedulian, dan untuk semua.

Kami bangga memiliki mu sebagai keluarga. Terima kasih telah mendampingi kami sekeluarga mbah Min Family. Mendampingi kakak kami dalam susah maupun senang. Terimakasih sudah menunaikan tugas sebagai sebaik baik nya istri sholeha bagi kakak kami.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala khilaf, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.

Meti Kurniawati, S.Gz., M.KM

ShareSendShare

Discussion about this post

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi

© Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In