Sabtu, April 18, 2026
Payungi.org
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
Payungi.org
No Result
View All Result
Home Catatan

Payung untuk Payungi

"Maka yang paling utama sesungguhnya bukan seberapa lama manusia menjalani hidupnya di dunia, melainkan seberapa besar manfaat yang ia sebarkan buat orang-orang di sekitarnya." - dr. Iwan Mariono

by Payungi
31 Juli 2025
in Catatan, In Memoriam: Hifni, Wes
Reading Time: 2min read
A A
0
Payung untuk Payungi
Share on FacebookShare on Whatsapp

Hampir tiga tahun yang lalu (November 2022) saya dan istri berkunjung ke desa wisata Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) di Kota Metro, Lampung. Tempat ini menjadi desa yang kreatif dan mandiri secara ekonomi, bahkan sampai masuk dan diliput oleh Kick Andy (silakan telusur di kanal YouTube untuk mengetahui lebih banyak tentang desa ini dan sepak terjangnya). Siapakah penggeraknya? Penggeraknya tak lain adalah Mas Dharma dan istri: Hifni Septina Carolina (1988-2025).

Saya tak menyangka kalau itu akan menjadi pertemuan pertama sekaligus terakhir saya dengan istri Mas Dharma. Kemarin saya dapat kabar duka dari kawan saya yang kebetulan kakaknya tinggal di daerah situ. Tentu ini menjadi kabar yang cukup mengejutkan buat saya. Mengingat Mbak Hifni (demikian ia akrab disapa) masih tergolong usia produktif. Tapi memang usia manusia tak ada yang bisa menebak. Maka yang paling utama sesungguhnya bukan seberapa lama manusia menjalani hidupnya di dunia, melainkan seberapa besar manfaat yang ia sebarkan buat orang-orang di sekitarnya.

Bicara tentang hablum minannas (hubungan baik dengan sesama manusia), tanpa ragu saya katakan bahwa Mbak Hifni sudah memberikan pelayanan terbaiknya terhadap sesama makluk-Nya. Terutama buat lingkungan di sekitarnya, ia adalah payung bagi Desa Payungi. Boleh saja Mas Dharma memberi kontribusi terbanyak, tetapi jangan dilupakan bahwa: di balik pria yang sukses ada wanita yang hebat. Mereka berdua telah berjuang tak kenal lelah demi mengangkat dan mengharumkan nama desanya.

Saya mengenal suami-istri ini sebagai pasangan yang baik, penuh dedikasi terhadap warga sekitar di mana mereka tinggal. Semoga ini menjadi salah satu amal jariyah buat Mbak Hifni yang sudah pergi mendahului suami. Sesungguhnyalah kita semua hanya menunggu giliran. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

Selamat jalan, Mbak Hifni. Istirahatlah dengan tenang dalam ruang dimensi yang baru. InsyaAllah husnul-khatimah. Allahummaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’fuanha.

***

Tulisan ini dibuat tak hanya untuk mengenang yang pergi, melainkan juga untuk yang ditinggal pergi. Saya mengenal Mas Dharma pertama kalinya di Jogja empat belas tahun silam (2011). Sebagai sesama pencinta buku, terutama dengan tema kritik sosial, mudah saja kami diakrabkan. Dan apa yang sudah ia lalukan untuk kampung halamannya (bersama istrinya), menjadi bukti bahwa ia sangat menjiwai apa yang ia baca.

Semoga Mas Dharma Setyawan (sahabat, senior, abang saya yang baik ini) diberi ketabahan dan kekuatan. Semoga istikamah meneruskan perjuangan dan bakti sosial yang masih panjang, meskipun tanpa payung harus tetap berjalan.

Semoga kelak di yaumul akhir, kalian dipertemukan kembali dalam naungan-Nya, bersama orang-orang saleh.

“Dan Dialah (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang ada di bumi, niscaya kamu tak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah-lah yang telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Maha Perkasa, Maha Bijaksana.” Q.8: 63.

dr. Iwan Mariono
Sukabumi, 30 Juli 2025

ShareSendShare

Discussion about this post

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi

© Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In