Dalam perjalanan hidup, kita sering dipertemukan dengan sosok-sosok istimewa yang meninggalkan jejak mendalam di hati. Mereka hadir tidak hanya sebagai teman, tetapi juga sebagai pembentuk makna dalam setiap fase kehidupan. Salah satu sosok yang begitu berarti bagi saya adalah Hifni Septina Carolina. Perkenalan kami mungkin dimulai dengan cara yang sederhana melalui interaksi keseharian maupun pertemuan dalam kegiatan tertentu, namun kesan yang saya rasakan darinya sangat mendalam dan tak mudah dilupakan.
Hifni adalah pribadi yang penuh keramahan, santun dalam tutur kata, dan selalu memancarkan aura positif. Ia bukan hanya hadir untuk mengisi ruang-ruang pertemanan, tetapi juga menghadirkan inspirasi dalam setiap perjumpaan. Gaya bicaranya yang lembut dan penuh makna, dipadukan dengan ketulusan saat mendengarkan orang lain, menjadikannya sosok yang sangat menyenangkan untuk diajak berdiskusi, berdialog, maupun sekadar berbagi cerita.
Satu hal yang sangat saya kagumi dari Hifni adalah semangat dan konsistensinya dalam menjalani berbagai peran. Baik dalam dunia pendidikan, organisasi, maupun aktivitas sosial, ia selalu tampil dengan dedikasi penuh. Tidak pernah saya melihatnya bekerja setengah hati. Ketika sudah berkomitmen pada sesuatu, ia akan menunaikannya dengan sepenuh jiwa, bahkan melebihi apa yang diharapkan. Kualitas ini menjadikan dirinya sosok yang sangat dihormati oleh banyak orang.
Ada banyak momen berharga yang kami lalui bersama. Dalam suasana santai maupun serius, Hifni selalu mampu memberikan perspektif yang unik dan bernas. Ia bukan tipe orang yang suka menonjolkan diri, tetapi keteladanan dan kebijaksanaannya tampak jelas dari caranya memperlakukan sesama dengan penuh hormat, sopan santun, dan perhatian yang tulus.
Tak hanya kepada teman-temannya, empati Hifni juga sangat terasa dalam sikapnya terhadap isu-isu sosial yang lebih luas. Ia mampu menjembatani berbagai perbedaan dengan cara yang elegan dan tidak menggurui. Di tengah dunia yang kerap dipenuhi kepentingan pribadi dan ego, kehadiran sosok seperti Hifni adalah hembusan angin segar yang menghadirkan ketenangan dan harapan.
Kenangan paling berkesan bagi saya dan keluarga terjadi ketika kami menunaikan ibadah umrah bersama. Saya, Bapak, Ibu, Pakde, serta Hifni dan suaminya Mas Dharma Setyawan, berangkat menapaki Tanah Suci dalam sebuah perjalanan spiritual yang tak terlupakan. Saat itu, saya mempercayakan pendampingan ibunda kami kepada Hifni. Dengan penuh kasih, kehangatan, dan kesabaran, ia mendampingi ibunda saya menjalani seluruh rangkaian ibadah seakan mendampingi ibunya sendiri.
Di tengah keramaian Makkah dan Madinah, serta kelelahan fisik yang tak terelakkan, Hifni menjadi pelita yang menenangkan. Ibu saya sering menceritakan bagaimana sabarnya ia menuntun saat thawaf, membantu saat sa’i, serta setia menemani dalam setiap detik ibadah. Tak pernah ada keluhan, hanya senyum tulus dan ketulusan hati yang ia hadirkan.
Momen suci itu menjadi bukti nyata bahwa persahabatan dan kasih sayang dalam Islam tidak mengenal batas. Hifni bukan sekadar sahabat, melainkan bagian dari keluarga kami. Hingga kini, ketika kami mengenang perjalanan tersebut, namanya selalu hadir dalam doa dan cerita penuh syukur.
Kini, Hifni telah berpulang. Allah lebih mencintainya dan memanggilnya dalam keadaan, insyaAllah, khusnul khatimah. Kami kehilangan sosok yang begitu berarti, tetapi kami percaya bahwa setiap kebaikan dan ketulusannya akan terus mengalir sebagai amal jariyah. Akhlaknya yang indah, kelembutan hatinya, serta pengabdiannya yang tulus akan selalu hidup dalam kenangan kami.
Semoga Allah SWT melapangkan kuburnya, menerima segala amal ibadah dan kebaikannya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Untuk Mas Dharma Setyawan dan keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, ketabahan, dan limpahan rahmat. Terima kasih, Hifni Septina Carolina, atas semua kenangan, cinta, dan pelajaran hidup yang telah engkau wariskan. Engkau akan selalu ada dalam doa dan hati kami.
Heri Cahyono

Discussion about this post