Sabtu, Mei 30, 2026
Payungi.org
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
Payungi.org
No Result
View All Result
Home Catatan

Hifni – Teman Yang Telah Pergi, Tapi Tak Pernah Hilang

"Terima kasih telah menunjukkan bahwa menjadi perempuan bisa berarti, bisa kuat, bisa berdampak..." - Linda Septiyana

by Payungi
2 Agustus 2025
in Catatan, In Memoriam: Hifni
Reading Time: 2min read
A A
0
Hifni - Teman Yang Telah Pergi, Tapi Tak Pernah Hilang .
Share on FacebookShare on Whatsapp

Aku tidak pernah menyangka bahwa pertemuan kami yang singkat bisa meninggalkan ruang sebesar ini dalam hati.

Bebs Hifni — begitu aku memanggilnya. Masih teringat jelas diingatanku, 22 Agustus 2017 pertama kali kami bertemu, saat momen lamaranku, Dia hadir sebagai istri dari sahabat suamiku, dan kini, teman satu kampusku. Tapi entah bagaimana, aku merasa dia lebih dari itu. Dia membuatku merasa diterima sepenuh hati.

Seiring waktu, kami bertemu kembali. Kali ini sebagai teman satu kampus. Aku makin sering melihat, mengenal, dan perlahan merasa dekat. Ada banyak hal yang membuatku kagum padanya. Mbak Hifni sosok yang humble, pintar, dan punya ketenangan yang langka. kami punya satu hal kecil yang membuatku merasa terhubung, nama tengah kami, “Septi”, karena sama-sama lahir di bulan September. Tapi yang membuatku merasa benar-benar dekat adalah sikapnya yang tulus, yang membuat siapa pun merasa nyaman berada di dekatnya.

Aku dan suamiku sama-sama mengagumi Pak Dharma dan Mbak Hifni. Menurut kami, mereka adalah pasangan yang hebat dan sangat menginspirasi. Mereka saling mendukung, saling tumbuh, dan punya aura positif yang kuat. Suamiku bahkan sering bilang kalau dia belajar banyak dari pak Dharma dan Mbak Hifni karena mereka bukan hanya cerdas, tapi juga memiliki kepekaan yang kuat terhadap sesama.

Beberapa kali aku mengikuti kegiatan yang digagas oleh mbak Hifni. Salah satunya kegiatan PSGA IAIN Metro dan WES Payungi. Pada Tahun 2021 aku ikut bedah buku yang bertema : “Menyelami Telaga Kebahagiaan” dan ada kata-kata yang sampai sekarang masih terngiang di kepalaku: “Hak Tubuh—Hak Istirahat yang Cukup.” Sejak itu, aku mulai mengurangi begadang. Rasanya seperti mbak Hifni sedang mengingatkan aku secara personal, dengan cara yang sangat halus dan penuh perhatian.

Mbak Hifni adalah panutan kami, ketika sama-sama di LPPM aku sangat mengangumi semangatnya. Fokusnya pada isu perempuan dan lingkungan bukan sekadar teori. Dia hidup di dalamnya. Komunitas WES Payungi, adalah bukti nyata dari kepeduliannya. Dia memulai dari hal-hal kecil seperti selalu membawa tumbler kemanapun, mengumpulkan sampah dan memasukkannya ke botol (Ecobrick), aku juga masih ingat, setiap ada kegiatan di kampus, dia selalu punya ide yang unik dan bermakna. Salah satu yang paling aku suka dan tidak pernah aku lupakan adalah dia menggagas untuk kita makan bareng rebusan, jagung rebus, singkong rebus, kacang rebus… semuanya sederhana, tapi terasa begitu hangat. Dia menjadi tempat belajar, tempat bertumbuh, dan tempat pulang bagi banyak orang. Mbak Hifni adalah pendengar yang sangat baik. Semenjak mbak Hifni melanjutkan studi S3 di Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung, kami mulai jarang bertemu tapi kami selalu bertegur sapa melalui sosial media.

Kini mbak Hifni telah pergi dengan cara yang begitu sunyi namun begitu mulia. Aku menyesali diriku yang belum menengoknya. Beberapa Bulan ini dia simpan sakitnya sendiri. Dia ingin orang-orang tetap fokus menjalani hidup dan dia memilih menjadi kuat dalam diam. Bahkan saat fisiknya tengah melemah, dia tetap menguatkan orang-orang disekitarnya dan mengajak pola hidup sehat dengan program 30 Days Challenges, WES Sehat dan Bugar. Sungguh, tidak semua orang bisa seperti itu.

Mbak Hifni, teman yang telah pergi, tapi tak pernah hilang. Terima kasih telah hadir di hidupku, meski sejenak. Terima kasih telah menunjukkan bahwa menjadi perempuan bisa berarti, bisa kuat, bisa berdampak tanpa harus bising.

Ya Allah, peluklah sahabat kami dengan kasih-Mu. Jadikan semua ilmu dan kebaikan yang ia tinggalkan sebagai amal jariyah yang tak putus. Lapangkan jalannya, terangilah kuburnya, dan tempatkan ia di antara hamba-hamba-Mu yang Kau cintai.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Linda Septiyana.

ShareSendShare

Discussion about this post

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi

© Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In