Senin, Mei 11, 2026
Payungi.org
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
Payungi.org
No Result
View All Result
Home Gagasan

Menuju 7 Tahun Pasar Yosomulyo Pelangi

”Menggali Seni Gotong Royong Memperkuat Komunitas Pasar Kreatif”

by Payungi
9 Agustus 2025
in Gagasan
Reading Time: 3min read
A A
0
Share on FacebookShare on Whatsapp

Oleh: Siti Zulaikha

Gotong royong bukan hanya tradisi, tetapi juga strategi sosial yang mampu memperkuat ekosistem pasar kreatif di era modern. Dalam konteks komunitas pasar kreatif, kolaborasi menjadi kunci keberhasilan karena tantangan yang dihadapi pelaku usaha kreatif akan membutuhkan dukungan bersama, baik secara finansial, pemasaran, maupun pengembangan produk. Di era serba cepat seperti sekarang, dunia kreatif seolah menjadi ajang persaingan. Pelaku usaha berlomba membuat produk yang unik dan gencar mempromosikan tanpa memperhitungkan pangsa pasar, yang kemudian akhirnya colaps. Di tengah hiruk pikuk kreativitas digitalisai dalam promosi, ada kekuatan dan habit klasik yang justru makin relevan yakni gotong royong. Bukan cuma soal kerja bakti, angkat meja, atau bersih-bersih pasar, tapi soal semangat saling menguatkan agar semua maju bebarengan.

Kota Metro, hanyalah kota yang memiliki luas terkecil di Provinsi Lampung. Namun demikian, tidak Berarti potensinya juga kecil. Salah satu bukti adalah masih eksisnya Pasar Yosomulyo Payungi, yang dikenal dengan sebutan Payungi, diantara pasar-pasar kreatif lainnya. Di bulan Oktober tahun 2025 ini, Payungi akan memasuki usia 7 (tujuh) tahun. Orang akan bertanya, apa si yang bisa membuat pasar kreatif Payungi bertahan dan tetap eksis?

Gotong Royong: Oksigen bertahan dan nafas solidaritas

Untuk bertahan hidup, manusia membutuhkan oksigen. Manusia merupakan makhluk sosial, yang tidak bisa hidup sendiri. Manusia itu pasti saling membutuhkan. Oleh karena itu, perlu dibangun kepekaan sosial dalam sebuah kelompok atau komunitas sehingga terbentuk kesatuan warga yang solid. Demikian yang diterapkan selama berdirinya komunitas warga dalam wadah Payungi. Gerakan sosial, membangun bersama, menggagas ide, terus digalakkan untuk menumbuhkan rasa memiliki diantara anggotanya. Data Kemenparekraf 2023 mengajak pelaku UMKM kreatif melakukan penjualan tidak dengan cara sendiri-sendiri.

Oleh karena itu, perlu dilakukan kolaborasi bersama komunitas, agar pasar kreatif bukan cuma rame tapi juga solid. Dengan adanya komunitas yang merancang strategi, pasar kreatif terus berkelanjutan. Payungi melakukan dan menjaga kesolidan anggota dengan berbagai kegiatan, seperti: menambah spot-spot kunjungan untuk anak-anak, tempat bersantai saat kuliner, tempat membaca, tempat diskusi, dan gagasan-gagasan ini akan terus berlanjut dengan segala kreatifitas yang dimiliki warga payungi, uniknya adalah semangat gotong royong dan keinginan maju bersama yang tidak pudar.

Seperti telah disampaikan di atas, gotong royong yang mereka lakukan bukan sekedar bersih-bersih atau angkat meja, tetapi gotong royong tenaga, fikiran, materi, juga kesempatan untuk menggali pengetahuan. Laporan Bekraf 2022 menyebutkan, pasar kreatif berbasis komunitas di Bandung dan Jogja dapat meningkatkan omset anggota sampai 40% berkat kerja bersama. Bukan hanya tentang pendapatan, tapi juga rasa kebersamaan. Saat pandemi, 65% pelaku UMKM pasar kreatif bisa bertahan karena dukungan dan solidaritas komunitas (BPS 2021). Artinya, gotong royong tidak hanya membuat usaha tetap hidup, tapi juga tidak membuat orang mudah menyerah dengan keadaan. Payungi juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Gerakan dan kegiatan tersebutlah yang membuat Payungi tetap bertahan dan solid.

Tantangan dan Strategi : Apa yang harus dilakukan?

Selalu muncul pertanyaan ada tidak tantangan, kendala atau hambatan untuk bertahan? Jawabnya, pasti ada, tinggal bagaimana komunitas bersama-sama mengantisipasi sejak awal. Ketika ada komunitas kreatif bubar biasanya dipicu oleh adanya ketidaksesuaian karekater, atau dapat dikatakan adanya faktor internal di tubuh komunitas. Di Payungi kalaupun ada konflik segera diatasi, nyatanya sampai saat ini masih eksis. Menurut Dharma Setyawan selaku penggerak utama komunitas pasar kreatif payungi mengatakan “kita itu tidak bisa lari dari kenyataan adanya perbedaan dan gesekan satu sama lain, tapi kita harus yakin bahwa dengan duduk bersama dan melakukan bersama pasti juga akan ada solusi dalam menyelesaikan kendala yang dihadapi”. Misal, bagaimana mengatur lokasi berjualan para pedagang agar tidak ada konflik atau rebutan area? Dimusyawarahkan terlebih dahulu, kemudian disepakati dengan cara undian setiap jelang gelaran untuk menentukan lokasi/area pedagang. Diberi jadwal piket dalam menjaga dan merawat lokasi pasar. Gotong royong membersihkan dan menyiapkan lokasi pasar sebelum gelaran, dan seterusnya.

Menumbuhkan kesadaran kolektif itu tidak mudah, tetapi kita harus terus mengupayakan dan telaten membersamai dan terjun langsung sehingga kita secara bersama mengetahui masalah atau kendala yang dihadapi, lalu ditemukan solusinya secara bersama juga.

Strategi yang apa yang tepat untuk menjaga keberlangsungan payungi? Kalau tepat mungkin belum, karena strategi itu akan berkembang seiring kemajuan teknologi dan ini perlu kreativitas yang imajinatif dan visioner, agar strategi tidak statis. Sebenarnya strategi yang digunakan simple aja, ada ide atau gagasan baru, langsung eksekusi. Meski demikian, payungi tetap punya strategi untuk memperkuat bangunan komunitas payungi, seperti mengadakan workshop bareng, membuat ruang diskusi terbuka, dan belajar manajemen bersama-sama dengan mengundang para pakar dari berbagai kalangan. Payungi memiliki Sekolah Desa, Sekolah Seni, WES, Disabilitas Corner, Kampung Lebah, dan lainnya, semua yang dikerjakan dalam payungi dipublikasi melalui sosial media seperti facebook, IG, dan TikTok. Dengan berbagai kegiatan tersebut orang akan mengenal, dan semuanya itu dibangun atas dasar gotong royong dan gerakan pemberdayaan.

Gotong royong harus dilihat sebagai investasi sosial jangka panjang, bukan hanya aksi spontan. Dengan memperkuat jaringan, mengelola sumber daya bersama, dan menumbuhkan rasa kepemilikan kolektif, pasar kreatif di Kota Metro khususnya, dapat menjadi pusat inovasi sekaligus benteng ekonomi masyarakat lokal. Gotong royong itu bukan nostalgia, tapi sebagai senjata ampuh untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Pasar-pasar kreatif akan semakin hidup dan maju jika anggotanya atau orang sekitar turut peduli dan rela nyumbang tenaga, ide, lokasi bahkan sekedar memberi semangat. Karena di dunia kreatif, maju sendirian itu sulit, maju bersama-sama akan jauh lebih seru dan menyenangkan.

#SemangatPemberdayaan#SemangatGotongRoyong#MajuBersama#Bersama-samaMaju#Pasarkreatif#PasaryosomulyoPelangi#Payungi#

 

ShareSendShare

Discussion about this post

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi

© Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In