Jumat, Mei 1, 2026
Payungi.org
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
Payungi.org
No Result
View All Result
Home Gagasan

Menyimak dengan Mata, Merasakan dengan Hati

by Payungi
17 Agustus 2025
in Gagasan
Reading Time: 2min read
A A
0
Menyimak dengan Mata, Merasakan dengan Hati
Share on FacebookShare on Whatsapp

Oleh: Mufliha Wijayati

Mendapat kesempatan bergabung dalam kegiatan Trainer of Trainer Al Quran Bahasa Isyarah bersama Tim Dewan Masjid Indonesia, terasa seperti membuka cakrawala dan penghayatan baru tentang Liyan. Dunia sahabat tuli yang sebelumnya saya lihat sebagai sisi lain dengan sekerlingan mata. Ada, saya akui dan saya hormati keberadaannya. Tapi belum pernah melihatnya lebih dekat.

Sahabat tuli mengajarkan bahwa bahasa tidak hanya milik suara. Bahasa bisa lahir dari gerakan tubuh, dari tatapan mata yang teguh, dan dari senyuman yang hadir di tengah penjelasan. Al-Qur’an dengan bahasa isyarah bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara, telah mengajak saya untuk “mendengar” bukan dengan telinga, tetapi dengan mata, hati, dan segenap rasa.

Saya bergetar saat peserta pelatihan didapuk untuk membaca doa di acara pembukaan dan melafalkan bacaan alfatihah dengan isyarah. Tidak sekedar mengisyarahkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an atau menerjemahkan kata demi kata, tetapi mengonstruksi isyarah yang mampu memuat keindahan makna ayat. Ada improvisasi, ada adaptasi, ada semacam seni terapan yang membuat bahasa isyarah menjadi jembatan yang lentur tapi powerful.

Di sini saya melihat keterampilan komunikasi yang tidak hanya teknis, tetapi juga puitis.
Kedalaman rasa yang saya tangkap dari isyarah-isyarah itu membuat saya berpikir: mungkin justru dalam ketiadaan suara, makna bisa menjadi lebih padat. Setiap gerakan diatur bukan hanya untuk menyampaikan informasi, tetapi untuk menyampaikan makna juga rasa.

Saat menyaksikan mereka membicarakan ayat tentang kasih sayang, misalnya, gerakan tangan yang mengarah ke dada lalu terbuka ke luar seperti membagi sesuatu terasa begitu menyentuh, seolah benar-benar ada rasa yang tumpah dari hati mereka.

Saat aku bertanya, bagaimana sahabat tuli mengekspresikan kata zikir. Instruktur pelatihan memeragakan tangan kiri seperti memutar tasbih yang diletakkan di dada kiri dan tangan kanan berada sejajar dengan kening sisi kanan. Gerakan ini merefleksikan bahwa zikir itu secara bersamaan hadir dengan hati dan pikiran. Jadi, Bukan sebatas zikir lisan Esmeralda…

Aaah dalam sekali bahasa isyarah sahabat tuli. Sebagai sahabat dengar mereka telah memberi pelajaran bahwa komunikasi sejati tidak bergantung pada seberapa keras suara kita, melainkan pada seberapa tulus kita mau mengupayakan pemahaman bersama.

Dalam isyarah mereka, saya membawa pulang kesadaran bahwa bahasa isyarah bukan sekadar alternatif komunikasi, tetapi sebuah kebudayaan penuh, yang lahir dari solidaritas, dibentuk oleh kreativitas, dan dipelihara oleh kedalaman rasa. Hari ini, saya tidak hanya menyaksikan budaya tuli, saya merasakannya, dan untuk itu saya bersyukur.

Terimakasih DMI, Baznas, Disabilitas Corner Payungi, Aliansi PTRG dan Mushola Sabilil Mustaqim untuk Kolaboraksi-nya

ShareSendShare

Discussion about this post

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi

© Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In