Kamis, April 2, 2026
Payungi.org
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
Payungi.org
No Result
View All Result
Home Catatan

Perjalananku dalam Mengenal Mbak Hifni Septina Carolina

"Inilah kelebihan Ananda Hifni. Semua bisa dijalankan dengan baik dan bisa menginspirasi siswa lainnya, menjadi panutan bagi siswa-siswi yang lain." - Suemiyati

by Payungi
3 Agustus 2025
in Catatan, In Memoriam: Hifni, Wes
Reading Time: 3min read
A A
0
Perjalananku dalam Mengenal Mbak Hifni Septina Carolina
Share on FacebookShare on Whatsapp

Tahun 2004, awal diberlakukannya Kurikulum Berbasis Kompetensi, adalah hal baru untuk diterapkan pertama kalinya. Kebetulan, aku sebagai guru Matematika mendapat tugas mengajar di kelas XI-1, yaitu kelas yang menurutku siswa-siswinya istimewa, termasuk Mas Dharma Setyawan dan Mbak Hifni Septina Carolina.

Di kelas ini, aku menjadikannya sebagai tempat untuk mengembangkan kemampuan mengajar yang dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi menuntut siswa lebih mandiri dalam memahami materi pelajaran yang didesain oleh guru. Aku sangat senang karena ternyata minat siswa-siswi sangat antusias.

Perjalanan Selama Berproses dengan Kelas XI-1

Selama mengajar di kelas ini, aku merasa sangat bersemangat. Minat siswa-siswi yang tinggi, serta komunikasi dan aktivitas kelas yang sangat menyenangkan. Hampir sebagian besar anak-anak aktif dalam kegiatan akademik, baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

Banyak yang berkegiatan dalam bidang ekstrakurikuler, termasuk Mbak Hifni Septina Carolina ini. Selain aktif di kelas, dia juga aktif di Rohis dan Olimpiade Biologi. Aku salut dengan ananda ini, selama menempuh pendidikan di SMA, ia juga mondok di pesantren asuhan Bapak Ngaliman Marzuki, Nurul Ulum Kotagajah.

Inilah kelebihan Ananda Hifni. Semua bisa dijalankan dengan baik dan bisa menginspirasi siswa lainnya, menjadi panutan bagi siswa-siswi yang lain.

Kebersamaanku dengan Mbak Hifni

Selain menjadi guru mata pelajaran Matematika, aku juga menjadi pembimbing Olimpiade Matematika di sekolah. Meskipun secara langsung aku tidak membimbing Mbak Hifni, tetapi secara tim kami sering bersama, terutama dalam mengikuti lomba-lomba olimpiade, baik tingkat sekolah, kabupaten, maupun provinsi. Aku selalu menjadi bagian dari tim pendampingan sehingga kami sering bersama. Jadi, aku lebih mengenal pribadi Mbak Hifni.

Kedekatanku dengan Mbak Hifni

Karena seringnya beraktivitas bersama, baik di kelas maupun dalam acara-acara lomba, membuatku sangat dekat dengan Mbak Hifni. Aku merasakan keistimewaan anak ini dengan ketenangannya, kesantunannya, dan kesalehannya. Kadang, hal itu membuat diriku segan meskipun aku ini gurunya.

Aku yang lebih tua ini mungkin belum bisa seperti Mbak Hifni. Kita mesti mengakui ini, jangan malu kalau memang anak kita memiliki kelebihan. Begitu dekatnya hubungan ini, aku dan Tim Olimpiade, termasuk pembimbing Olimpiade Biologi, Bapak Sadina, hingga suatu saat ketika ayahanda Mbak Hifni wafat, kami tim olimpiade bersama anak-anak bertakziah ke kediaman Mbak Hifni di Kalirejo. Begitulah, kedekatan kami sudah menyatu seperti keluarga.

Hubunganku dengan Mbak Hifni Selepas Lulus SMA

Meskipun setelah lulus sekolah kami jarang bertemu secara fisik, tetapi hal itu tidak memutuskan silaturahmi kami. Aku tetap mengikuti perjalanan pendidikan Mbak Hifni, masih mengikuti kabarnya dan kegiatannya selama kuliah dari cerita-cerita teman-teman alumni seangkatannya, hingga suatu ketika Mbak Hifni menjadi guru di Sekolah Darma Bangsa, dan sampai akhirnya menjadi dosen di UIN Raden Intan Lampung (sebelumnya UIN JS Metro). Aku ikut bangga dan bersyukur masih terus bisa mengikuti perjalanannya.

Silaturahmi Setelah Mbak Hifni Sukses

Alhamdulillah, hubungan silaturahmi masih terus terjalin karena suaminya pun masih terus menjaga silaturahmi ini. Dengan membentuk grup alumni SMA lintas angkatan, kami bisa terus memantau aktivitas beliau berdua, Mbak Hifni dan Mas Dharma. Sampai suatu ketika dirintislah tempat wisata Dan Raman dan selanjutnya dibuka Pasar Payungi.

Aku masih terus mengikuti kegiatan Mbak Hifni yang menjadi inspirasi dibentuknya Women and Environment Study. Meskipun hanya lewat media sosial, aku ikuti terus aktivitasnya, di mana beliau juga sering menulis artikel seperti suaminya. Bahkan, sampai suatu saat diundang di acara Kick Andy di Metro TV. Wah, ini adalah pencapaian yang luar biasa!

Begitu bangganya, aku sering ceritakan ke murid-muridku bahwa ada alumni yang mempunyai prestasi yang bisa menginspirasi masyarakat luas. Ini menjadi kebanggaan tersendiri buat kami.

Akhir Perjalanan Cerita Kebersamaanku dengan Mbak Hifni

Setelah lama tidak mendengar kabar Mbak Hifni, tahun lalu, awal November 2024, aku mendapat kabar bahwa beliau akan melanjutkan pendidikan untuk meraih gelar S3 di UPI Bandung melalui teman sekelasnya yang juga Dosen Matematika di UM Metro. Kabarnya, mereka bertiga—Hifni, suami, dan Mbak Nurul Farida—akan melanjutkan pendidikan S3 bersama. Sebagai ibu dan guru mereka, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk ke depannya.

Hingga sampai aku menerima kabar bahwa Mbak Hifni berpulang ke Rahmatullah, tepat saat aku selesai melaksanakan salat Zuhur. Seperti tidak percaya, aku langsung menghubungi Mbak Nurul untuk meyakinkan kebenaran kabar tersebut. Mungkin secara biologis kami tidak ada hubungan, tetapi secara psikologis, kami sangat dekat. Aku sampai gemetar dan menangis. Ya Allah, orang sebaik Mbak Hifni harus berpulang lebih dahulu, mendahului kami, gurunya.

Tetapi, apa pun yang telah menjadi takdir Allah, sebagai orang beriman kita harus bisa menerima. Karena kematian pasti akan datang kepada kita semua. Hanya Allah yang tahu kapan waktunya.

Untuk anandaku, almarhumah Hifni Septina Carolina binti Untung Rasmono, semoga Allah mengampuni dosamu, menerima semua amal ibadahmu, dan melapangkan kuburmu.

Allahummaghfirlahaa warhamhaa wa’aafihaa wa’fu’anhaa.

Semoga Allah merahmatimu, dan kami bisa meneladani serta melanjutkan kebaikanmu. Semoga yang sudah engkau tinggalkan menjadi warisan dan amal jariahmu.

Suemiyati

ShareSendShare

Discussion about this post

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi

© Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In