Selasa, Februari 3, 2026
Payungi.org
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
Payungi.org
No Result
View All Result
Home Catatan

Semai Kebaikan, Wujudkan Harapan

by Payungi
4 Agustus 2025
in Catatan, In Memoriam: Hifni, Wes
Reading Time: 2min read
A A
0
Semai Kebaikan, Wujudkan Harapan
Share on FacebookShare on Whatsapp

Untuk Sahabat, Pejuang, dan Sumber Inspirasi: Hifni Septina Caroline
Oleh: Maria Kristina – Pegiat Petani Organik

Senin sore, 28 Juli 2025.
Sebuah kabar menyentak masuk ke ponsel saya.
Berita duka…
Hifni Septina Caroline telah berpulang ke pangkuan Ilahi.

Saya terdiam lama.
Kaget, sedih, dan merasa sangat kehilangan.
Perasaan itu menyesakkan. Tak percaya. Tak siap.
Air mata mengalir tanpa kata.

Hanya sebulan sebelumnya—03 Juni 2025—dirimu masih sempat menghubungi saya, sekadar memesan beras merah organik seperti biasa. Tapi saat itu, rumahmu terasa berbeda. Sunyi. Sepi. Tak ada senyuman ramah yang biasa menyambut. Hanya adikmu yang saya temui. Dan entah mengapa, sejak itu… saya merasa rindu berbincang denganmu.

28 Juni, kamu kembali mengirim pesan.
Tak panjang, tapi terasa hangat. Namun perasaan aneh kembali hadir.
Kali ini aku hanya bertemu suamimu. Dan hatiku mulai gelisah…
Ada apa denganmu, Mbak?

Dan tepat sebulan kemudian, aku tahu jawabannya.
Engkau telah pergi.
Bukan pergi untuk sementara, tapi untuk selamanya.

—

Perjalanan kita dimulai pada tahun 2017.
Kita dipertemukan oleh Mbak Ani, kakaknya Pak Darma.
Katanya, “Mbak Kristin, adikku mau bantu jualin beras organik. Bisa kirimi ke rumahnya?”
Sejak saat itulah, rumahmu menjadi salah satu titik distribusi beras organik dari para petani kecil.
Tapi lebih dari itu, rumahmu menjadi tempat perjumpaan pikiran dan hati.

Di sudut teras rumah itu, kita sering duduk berlama-lama.
Berbincang tentang keadilan untuk petani, tentang nasib produk sehat yang dihargai terlalu murah,
tentang pemberdayaan perempuan, menjaga lingkungan, dan harapan untuk negeri ini.

Kau selalu hadir sebagai pendengar yang bijak, pemikir yang tajam, dan penggerak yang sederhana.
Tak pernah mengangkat suara, tapi suaramu didengar.
Tak pernah mencari sorotan, tapi aksimu nyata.

Keakraban kita semakin kuat dalam program WEE (Women’s Economic Empowerment) bersama YABIMA.
Kau tak pernah lelah berdiskusi, membawa mahasiswa ke lapangan, mendampingi mereka belajar langsung dari realitas.
Selalu kau berdiri di belakang—memberi ruang, memberi dukungan—tanpa pernah menuntut pujian.

Satu yang paling saya kagumi: kau berilmu tinggi, tapi rendah hati.
Kau tahu banyak, tapi tak pernah merasa paling tahu.
Kau bergerak dengan cinta, bukan ambisi.

—

Kebun kecilku, Eltara Farm, menjadi saksi pertemuan kita yang terakhir.
Di sana kita belajar lagi bersama:
tentang menanam di lahan sempit,
tentang menyuburkan tanah,
tentang mencintai alam… dengan perlakuan yang lembut dan penuh kasih.

Di balik kelembutanmu, ada kekuatan besar.
Kau membawa semangat perubahan, tapi caramu begitu bersahaja.
Mbak Hifni, engkau telah menanam banyak benih kebaikan.
Dan satu per satu, benih itu tumbuh—berbuah, beranak, dan menyebar.

Kini ragamu telah tiada,
tapi inspirasimu akan terus hidup.
Dalam kerja-kerja yang kami lanjutkan, dalam wajah mahasiswa yang pernah kau dampingi,
dalam petani-petani kecil yang kau bantu, dan dalam setiap orang yang pernah kau sentuh dengan kasih.

—

Semai kebaikan, wujudkan harapan.
Itulah warisanmu.
Sebuah prinsip yang sederhana tapi kuat.
Kami akan terus menyemainya. Menjaganya. Melanjutkannya.

Selamat jalan, sahabatku.
Semoga damai dan cahaya abadi menyertaimu di sana.
Dan semoga, akan lahir lebih banyak Hifni-Hifni baru di bumi ini—
yang lembut hatinya, kuat tekadnya, dan tak pernah berhenti menanam harapan.

ShareSendShare

Discussion about this post

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi

© Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In