Setiap orang yang kita temui dalam hidup memiliki potensi untuk mengubah arah perjalanan kita, dan bagi saya, Bu Hifni Septina Carolina adalah salah satu sosok yang cukup berpengaruh. Sebagai pendiri WES Payungi, sebuah komunitas yang telah menjadi sumber cahaya bagi banyak perempuan di Kota Metro, Lampung, beliau telah meninggalkan jejak yang tak terlupakan di hati kami. Kehilangan beliau adalah sebuah duka yang mendalam, namun kenangan dan inspirasi yang beliau tinggalkan akan terus hidup dalam setiap langkah kami.
Pertama kali saya mendengar nama Bu Hifni adalah melalui dosen saya, Pak Heri Cahyono. Beliau menggambarkan Bu Hifni sebagai seorang aktivis perempuan yang sangat menginspirasi, seseorang yang memiliki semangat juang yang tak tergoyahkan. Ketika saya mendengar tentang acara WES Payungi yang bertema “Marriage is Scary”, saya merasa tertarik untuk hadir. Saat itu, saya dan teman-teman sedang berada dalam dilema, bingung menentukan arah gerakan komunitas perempuan yang ingin kami bangun. Kami merasa perlu mendapatkan pencerahan dan inspirasi dari sosok yang telah berpengalaman.
Acara tersebut menjadi titik balik bagi kami. Saat memasuki ruang diskusi, saya merasakan aura positif yang mengelilingi Bu Hifni. Dengan senyum hangat dan semangat yang membara, beliau memulai diskusi. Setiap kata yang keluar dari mulutnya seolah-olah menyentuh jiwa kami. Beliau berbicara tentang tantangan yang dihadapi perempuan, tentang keberanian untuk bermimpi, dan tentang pentingnya saling mendukung satu sama lain. Dalam suasana yang penuh kehangatan itu, kami merasa seolah-olah sedang berbicara dengan seorang sahabat, bukan hanya seorang aktivis.
Satu hal yang sangat mengesankan saya adalah cara Bu Hifni mengajak kami untuk berpikir kritis. Beliau tidak hanya memberikan solusi, tetapi juga mendorong kami untuk menemukan jawaban dari dalam diri kami sendiri. Diskusi yang kami lakukan bukan hanya sekadar berbagi pendapat, tetapi juga sebuah perjalanan penemuan diri. Dari situ, kami menemukan titik terang dan inspirasi untuk komunitas yang kami impikan, yang akhirnya kami namakan KSC (Khadijah Scholars Community). Komunitas ini lahir dari semangat perempuan untuk perempuan, dan kami berkomitmen untuk bergerak ke arah yang sama dengan beliau dalam ranah perempuan.
Bu Hifni adalah sosok yang mandiri, cerdas, dan bijaksana. Kemandirian beliau dalam berjuang untuk hak-hak perempuan, kecerdasan dalam menyampaikan ide-ide, dan kebijaksanaan dalam memberikan nasihat adalah hal-hal yang akan selalu kami kenang. Beliau tidak hanya menginspirasi kami untuk menjadi aktivis perempuan, tetapi juga untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Setiap kali kami menghadapi tantangan dalam perjalanan KSC, kami teringat akan semangat beliau yang tak pernah padam.
Kini, ketika kami melangkah maju dengan komunitas ini, kami merasa bahwa semangat Bu Hifni masih hidup dalam setiap langkah kami. Selamat jalan, Bu Hifni Carolina. Engkau perempuan hebat yang telah meninggalkan warisan terbaik untuk para perempuan, dan kami berkomitmen untuk meneruskan perjuanganmu. Dalam setiap langkah kami ke depan, kami akan selalu mengingat nasihat dan inspirasi yang engkau berikan, menjadikan kami lebih kuat dan lebih berdaya sebagai perempuan.
Author: Rahma Aprilia Sari (KSC)

Discussion about this post