Oleh: Siti Zulaikha
ياَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ ٱرْجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً فَٱدْخُلِى فِى عِبَٰدِى وَٱدْخُلِى جَنَّتِى
Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai. Lalu, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku!” (QS. Al-Fajr: 27-30)
Teringat jelas dalam bayangku mengenang senyum khas wajahmu saat aku datang dan pamitan di ruang sunyi itu. Ragamu sakit, tapi aku tidak melihat kesakitan di wajahmu, tetap syantik dan tersenyum.
Tersentak dan sedih membaca kabar kepulanganmu keabadian. Aku mengenalmu saat dimulainya komunitas cangkir bersama mas Dharma dan para Mahasiswa, hingga berlanjut kita menjadi tetangga. Meski pertemuan kita tidak intens, banyak kerja bareng kita kolaborasikan. WES menjadi pilihanku untuk memberikan ruang tumbuh kepada para Mahasiswaku di setiap semester. Ku titipkan mereka untuk mendapatkan ilmu dari gerakan yang kau gagas.
Kini,,,kau telah pulang kepada Sang Khalik bersama amal baik yang telah kau jajakan kepada banyak orang. Kuatnya gerakan sosial emak-emak Payungi, semangatnya anak-anak muda dalam pemberdayaan, tumbuh dan berkembangnya jiwa-jiwa enterprenuer tentu tidak bersemi tanpa siraman ide-ide dan kesabaran mu dan super hero mu.
Sebagai seorang istri penggagas dan penggerak, tentu tidaklah mudah, karena mau tidak mau harus mengikuti ritme pasangannya, disinilah salah satu letak kelebihanmu dalam mengisi kesetaraan. Seorang Hifni tidak protes atau mengeluh atas ritme yang dihadapi, tetapi mengisinya dengan bentuk gerakan lain yang setara. Sesuai dengan keilmuan yang dimilikinya, dia ingin memberikan pengetahuan dan kepedulian kepada generasi muda tentang lingkungan, tentang ruang aman bagi perempuan dan anak dan tentang banyak mimpi Panjang lainnya.
Aku mengenalmu sebagai perempuan dan istri yang sabar, gigih, mudah beradaptasi, rendah hati, bertanggungjawab atas tugas dan amanah. Saat bersama, kita isi dengan ngobrol bermakna diselingi canda yang meriangkan, tak ada kata tentang kekurangan si anu, yang kita lihat dan ingat adalah kelebihan si anu, lalu tertawa bersama.
Kini kau telah tiada, tapi Jangan khawatir, ide dan gagasanmu akan dilanjutkan oleh mereka yang telah kau warisi pengetahuan dan keteladanan. Selamat berpulang di keabadian wahai jiwamu yang tenang bersama kenikmatan pahala dan surga yang menantimu.
Untuk mas Dharma dan keluarga, InsyaaAllah ikhlas dan kuat .
![]() |
Tema 6 Tahun Payungi adalah cerminan kepribadianmu
#mengenangkebaikanHifniSeptinaCarolina
#malamtujuhkepergiannya

Discussion about this post