Sabtu, April 18, 2026
Payungi.org
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
Payungi.org
No Result
View All Result
Home Catatan

Pelita yang Tak Pernah Padam: Kenangan untuk Mbak Hifni

"Padahal, seharusnya saya yang menyemangati dia. Tapi begitulah Mbak Hifni, meski sedang sakit, ia tetap menjadi cahaya bagi orang lain."- Pika Merliza

by Payungi
31 Juli 2025
in Catatan, In Memoriam: Hifni, Wes
Reading Time: 2min read
A A
0
Pelita yang Tak Pernah Padam: Kenangan untuk Mbak Hifni
Share on FacebookShare on Whatsapp

Kepergian Mbak Hifni Septina Carolina meninggalkan kekosongan yang dalam, sebuah kekosongan yang tak berwujud, namun begitu nyata. Ia bukan sekadar rekan kerja atau teman seperjuangan, melainkan saudari hati yang setia menemani berbagai fase penting dalam hidup saya, terutama di UIN Jurai Siwo Lampung, tempat kami tumbuh, berbagi mimpi, dan bersama-sama menapaki jalan pengabdian di dunia pendidikan

Sejak awal menjadi CPNS pada tahun 2019, kami seakan ditakdirkan untuk selalu berjalan beriringan. Kami belajar menata langkah sebagai dosen muda, saling bertanya, berbagi, dan menguatkan satu sama lain. Bersama, kami menapaki berbagai proses: dari pendaftaran Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL), pendaftaran asesor, pelatihan Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP), sertifikasi dosen, kenaikan pangkat, penulisan buku berbasis gender, kegiatan penelitian, fasilitator Sekolah Penggerak, hingga pendaftaran beasiswa. Dalam setiap proses itu, Mbak Hifni selalu hadir sebagai sosok yang penuh semangat, peduli, dan tulus dalam memberi.

Kehadirannya tidak hanya terasa dalam berbagai aktivitas profesional, tetapi juga dalam momen-momen pribadi yang membutuhkan penguatan hati. Di masa-masa sulit, ia mengingatkan saya sebuah pesan bijak yang sederhana namun mendalam: “Yang bisa kita kendalikan adalah cara kita merespon, bukan keadaan di luar diri”. Kalimat sederhana, tetapi menyimpan makna yang dalam. Diucapkan dengan tenang saat saya tengah dilanda kekecewaan, kalimat itu seolah menjadi penuntun untuk kembali ke dalam diri, berdamai, dan terus melangkah dengan hati yang lapang.

Tak hanya melalui kata-kata, keteladanan Mbak Hifni juga nyata dalam keseharian. Dalam sejumlah kegiatan Fasilitator Sekolah Penggerak, kami kerap ditempatkan pada kamar yang sama. Momen-momen itu penuh tawa, cerita, dan kebersamaan yang membekas. Saya masih dapat mengingat jelas ketika Mbak Hifni duduk di atas tempat tidur sambil lirih melantunkan ayat suci Al – Qur’an. Pagi harinya ia awali dengan sholat dhuha, malam ia tutup dengan tahajud. Ia tidak banyak bicara tentang ibadahnya, namun keteladanannya begitu nyata, menyentuh dalam diam, dan menyadarkan saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Setiap momen bersama Mbak Hifni selalu meninggalkan kesan mendalam. Meski tubuhnya mulai melemah karena sakit, semangat dan perhatian yang ia berikan kepada saya tak pernah pudar. Ia masih sempat berbagi informasi tentang pendaftaran S3 di UPI dan terus memotivasi saya untuk mencoba kembali mendaftar Beasiswa Indonesia Bangkit 2025. Saya tak pernah lupa kalimat penuh semangat yang ia kirim lewat whatsApp, penuh kasih dan energi positif, tepat setelah ia menanyakan perkembangan persiapan studi lanjut saya. Padahal, seharusnya saya yang menyemangati dia. Tapi begitulah Mbak Hifni, meski sedang sakit, ia tetap menjadi cahaya bagi orang lain.

Kini, sapaan hangatnya hanya bisa saya dengar dalam ingatan, namun kenangan bersamanya tetap hidup: dalam setiap langkah perjuangan akademik, dalam semangat belajar, dan dalam upaya mengejar mimpi yang dahulu kami rajut bersama.

Selamat jalan, Mbak Hifni.
Terima kasih telah menjadi sahabat sejati, yang bukan hanya menemani, tetapi juga menerangi.
Semoga Allah SWT mengampuni segala khilafmu, menerima semua amal ibadahmu, dan menempatkanmu di surga terbaik-Nya.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Teriring doa dan cinta,
– Pika Merliza

ShareSendShare

Discussion about this post

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi

© Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In