Senin, Mei 11, 2026
Payungi.org
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
Payungi.org
No Result
View All Result
Home Catatan

Hifni… Kartini Masa Kini, Wangimu Tetap Abadi

"Selamat jalan, aktivis perempuan yang sangat kreatif dan inovatif." - Prof. Dr. Hj. Yuberti, M.Pd.

by Payungi
8 Agustus 2025
in Catatan, In Memoriam: Hifni, Wes
Reading Time: 3min read
A A
0
Hifni... Kartini Masa Kini, Wangimu Tetap Abadi
Share on FacebookShare on Whatsapp

Oleh: Prof. Dr. Hj. Yuberti, M.Pd.

Dalam suatu kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pengabdian masyarakat LP2M UIN Raden Intan Lampung, saya berinisiatif mengundang seorang narasumber yang sangat kreatif dan inovatif terkait pemberdayaan masyarakat, Dharma Setyawan, yang juga berprofesi sebagai seorang dosen di UIN Jurai Siwo Metro, Lampung. Dharma Setyawan merupakan seorang penggagas Payungi, sebuah pasar kuliner yang terletak di Kampung Pelangi, Kota Metro. Berdasarkan informasi yang saya peroleh, beliau adalah penggagas ekonomi kreatif melalui pemberdayaan masyarakat setempat terhadap potensi yang ada. Mas Dharma, sosok sederhana yang memiliki misi mulia di tengah hiruk pikuknya kondisi kehidupan saat ini.

Juli 2025, tampak hampir semua beranda di media sosial berseliweran status dari para kolega di lingkup akademisi dan para SDM pendidikan, mulai dari kolega dari Universitas Pendidikan Indonesia, Unila, UIN Raden Intan, UIN Jurai Siwo, Sekolah Penggerak, BPMP, dan lembaga-lembaga lainnya. Kabar tentang wafatnya seseorang yang bernama Hifni Septina Carolina. Sempat terdiam dan bertanya dalam hati, “Siapakah beliau?” Spontan saja saya mengirimkan doa untuk almarhumah, semoga wafat dengan husnulkhotimah. Aamiin.

Beberapa hari kemudian, saya pun melihat status WhatsApp Mas Dharma, narasumber yang pernah saya undang pada agenda bimtek tahun lalu. Ternyata, Hifni Septina Carolina adalah istri Mas Dharma. Spontan saya mengaitkan informasi di medsos beberapa hari yang lalu. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Ternyata sosok yang wafat dengan banjirnya doa-doa dari para kolega tersebut adalah benar-benar seorang panutan. Wajar saja hingga saat ini doa akan terus dihanturkan kepada Sang Pencipta atas husnulkhotimahnya almarhumah.

Sejatinya hidup adalah sebuah perjalanan. Perjalanan yang baik adalah yang memiliki tuntunan agar ketika kematian datang, jiwa yang telah pulang mendapatkan kebahagiaannya. Cukuplah kematian menjadi peringatan bagi manusia yang berpikir agar tetap menjadi baik.

Kematian sering kali dipandang sebagai sesuatu yang menyakitkan, sebuah kata yang mungkin membuat orang yang mendengarnya merasa tidak nyaman. Padahal dalam hidup ini, setiap kehidupan akan mendapatkan kematian. Setiap yang bernyawa akan mengalami mati, demikian yang disampaikan dalam berbagai kitab suci. Namun anehnya, setiap orang berupaya pula menghindari kematian itu. Dalam ketidaksadaran, manusia mendambakan adanya keabadian. Sungguh sesuatu yang absurd. Di saat manusia menolak kematian dan mengharapkan keabadian, manusia mengalami kebingungan untuk mengisi kehidupannya. Ada semacam ketidaksiapan menjalani setiap fase kehidupan yang akhirnya berakhir pada ketidakbahagiaan dalam hidup.

Hidup adalah anugerah yang tak ternilai, dan kematian adalah kepastian yang tak terhindarkan. Ia hadir tanpa mengetuk pintu, membawa kita pada perpisahan yang tak direncanakan. Kehidupan manusia ibarat daun yang menari di atas angin, terlihat kuat namun begitu rapuh di hadapan takdir Yang Maha Menggenggam.

Kematian selalu menyimpan pelajaran yang mendalam. Ia tidak memandang usia, jabatan, atau kekuatan fisik. Ia datang tanpa aba-aba, tanpa tawar-menawar. Allah SWT berfirman:

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An-Nisa: 78)

Peristiwa ini mengajarkan kita untuk selalu mempersiapkan diri menghadapi hari yang pasti datang itu. Sebuah hari yang tidak mengenal kompromi, di mana yang muda atau tua, yang sehat atau sakit, semuanya sama-sama berada dalam antrean menuju keabadian. Maka, persiapan terbaik adalah amal kebaikan, zikir yang melangit, doa yang menyejukkan hati, serta langkah-langkah menuju rida Ilahi.

Mari kita ambil hikmah dari kepergian Mbak Hifni Septina Carolina, seseorang yang begitu dikagumi banyak orang, baik senior maupun junior. Seorang yang memiliki jiwa yang teduh, misi yang tenang, seseorang yang menunjukkan harapan dan tindakan nyata. Semangatmu akan menjadi bara bagi generasi-generasi penerusmu. Sejatinya hidup adalah titipan, dan kematian adalah perjumpaan. Semoga jiwa-jiwa kita senantiasa terpaut kepada-Nya, sehingga saat panggilan itu tiba, kita pergi dengan bekal terbaik dan hati yang ikhlas.

Selamat jalan, aktivis perempuan yang sangat kreatif dan inovatif.

Goresan untukmu, Hifni, Wangi yang Abadi

ShareSendShare

Discussion about this post

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi

© Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In