Selasa, April 7, 2026
Payungi.org
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
Payungi.org
No Result
View All Result
Home Catatan

Hifni, Senyumnya Abadi

"Kami semua sayang kamu, jeng... tapi Allah ternyata lebih sayang." - Maisyanah

by Payungi
30 Juli 2025
in Catatan, In Memoriam: Hifni, Wes
Reading Time: 2min read
A A
0
Maisyanah
Share on FacebookShare on Whatsapp

Jeng Hifni, begitu saya memanggilnya. Perempuan bersahaja penuh semangat, itu terlihat jelas dari pancaran mata dan senyumnya. Bahkan hanya dengan mendengar suaranya via telfon, selalu menambah energi positif bagi saya pribadi.

Apapun isi obrolan kami, selalu dicover dengan perspektif pendidikan kritis ala jeng Hifni. Berjam-jam telfonan bersamanya tidak pernah kehabisan pembahasan, kadang kami akhiri karena memang ada kesibukan lain yang sudah mengantre.

Tahun 2012 menjadi tahun pertama kami bertemu, tepatnya di acara temu Alumni di Pondok Pesantren Nurul Ulum, Kota Gajah. Dalam pertemuan pertama itu kami berbincang cukup banyak, mulai dari rencana lanjut studi, tentang ideologi perempuan di lingkungan pesantren, sampai membahas cita-cita kami sebagai perempuan. Ya, jeng Hifni memang selalu se-semangat itu ketika membahas tentang perempuan. Maklum, kami memang dibesarkan di komunitas yang masih menjunjung tinggi patriarkhi.

Sensitifitasnya terhadap isu perempuan melahirkan perspektif yang “tidak umum” di kalangan perempuan kebanyakan. Masih jelas teringat dia bilang begini, “bebs, aku merasa beruntung loh ketemu sesama perempuan yang satu frekuensi sama aku”. Bedanya, jeng Hifni menuangkan idenya dalam berbagai bentuk, seperti WES (Women and Environment Studies), konten-konten bertemakan kesetaraan laki-laki dan perempuan pada platform digital ala Gen-Z. Sedangkan saya, masih berkutat dalam ide (angan-angan).

Semangat itu juga yang menginspirasi saya untuk mengangkat tema disertasi tentang pendidikan inklusif berbasis gender di pesantren wirausaha di Payungi. Saya meminta izin kepada jeng Hifni dan Pak Dharma untuk melakukan penelitian, dan tentu saja beliau berdua menjawab, “boleh…”. Namun sayangnya tema itu ditolak oleh promotor. Dan sampai saat ini beliau berpulang, saya belum menyambanginya, menyesal dan sedih sekali rasanya.

Tanggal 28 kemarin saya mendapat dua pesan WA dari teman sekantor, mengabarkan jika teman saya berpulang. Berkali-kali saya pastikan nama dan wajah yang ada di gambar kabar duka tersebut, saya tidak percaya, tapi air mata menetes begitu saja. Setelah saya pastikan lagi lewat teman dosen di IAIN Metro, tangis saya pecah, bahkan anak saya yang ragil bilang begini, “bagaimana caranya biar bunda berhenti nangis?”.

Seketika saya buka lagi chat WA dengan jeng Hifni, ternyata terakhir saya WA beliau 2 bulan lalu, dan tidak ada balasan. Ada rasa penasaran sebenarnya, kenapa beliau tidak membalas, tapi saya berhusnudzan, mungkin beliau sedang fokus menyusun proposal disertasi.

Ada perasaan menyesal, kenapa saya tidak menanyakan kabarnya di lain waktu? Padahal saya juga tidak sibuk-sibuk amat. Tapi, perkenalan selama 12 tahun, dan percakapan yang selalu hangat menyisakan kenangan penuh makna. Menyaksikan begitu banyak orang yang menyayangimu, kehilanganmu, saya menjadi sadar, meskipun beliau tidak lagi ada di dunia ini, namun nama jeng Hifni Septina Carolina akan terus hidup di setiap hati orang yang mengenalnya.

Kami semua sayang kamu, jeng… tapi Allah ternyata lebih sayang. Tetaplah tersenyum seperti itu 😊

Kudus, 30 Juli 2025
Maisyanah, Dosen UIN Kudus

ShareSendShare

Discussion about this post

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi

© Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In