28 Juli 2025
Hari itu, langit serasa ikut berduka.
Hari itu, aku kehilangan sahabat terbaikku, Hifni Septina Carolina, dipanggil pulang oleh Sang Pemilik Hidup.
Kamu pergi begitu cepat, Beb. Dan aku masih di sini, terpaku antara harus menerima kenyataan dan rindu yang tak pernah selesai. Tidak ada satu pun kata yang mampu benar-benar mewakili luka ini. Rasanya seperti kehilangan bagian terindah dari hidupku. Dalam pertemuan kita yang singkat ini, kita pernah bersama dalam tawa, dalam tangis, dalam doa dan kini hanya tinggal kenangan yang kusimpan rapat dalam dada.
Bahkan aku masih bisa mendengar suaramu memanggil, candamu yang selalu bisa membuat segalanya terasa ringan. Kita pernah berbagi mimpi, rahasia, dan doa. Bahkan ketika dunia terasa sempit, kau salah satu tempatku pulang untuk berbagi cerita juga untukku mintai saran. Kau tahu caranya mencintai tanpa syarat, hadir tanpa diminta, dan menguatkan tanpa pamrih. Kau begitu hebatnya menyembunyikan segala masalah atau bahkan kesedihan hingga yang nampak hanya raut wajah indah nan teduh.
Kini, setiap hariku dipenuhi oleh ingatan tentangmu. Aku tahu, ini bukan akhir. Kita hanya dipisahkan oleh waktu dan alam. Dan aku percaya, Allah mencintaimu lebih dari siapa pun di dunia ini.
Tenang di Surga-Nya Allah ya Beb…
Kalau nanti di Surga kau gak temuin aku… cari aku ya Beb.
Di sini, aku lanjutkan ikhtiar agar kelak kita bisa berkumpul lagi di Surga.
Selamat jalan, mbak Hifni sayang. Terima kasih sudah menjadi bagian paling hangat dalam hidupku. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikanmu dengan kasih sayang dan tempat terbaik di sisi-Nya.
Dalam setiap sujudku, dalam setiap air mata yang jatuh dalam diam, namamu selalu kusebut. Karena persahabatan sejati tidak berakhir di dunia. Ia hanya berpindah tempat, dan kelak akan dipertemukan kembali.
Al-Fatihah untukmu, Sahabat Surgaku
– Wellfarina Hamer

Discussion about this post