Senin lalu jadi hari paling mendung dibanding sebelumnya. Mendengar kabar lelayumu, tangisku tertahan dan sekelabat terbayang semua kenangan bersamamu.
Kenangan bersamamu teramat banyak, hampir 37 tahun main bersama, tumbuh bersama, sekolah bersama, mondok bersama, hingga dewasa bersama. Aku lahir 2 minggu setelah kamu lahir. Sehingga tiap kali ulang tahun bergantian saling mengucapkan. Tapi tahun ini aku tak bisa lagi mendapat ucapan ulang tahun darimu.
Kenangan bersamamu teramat banyak. Aku ingat kita berdua lari dari kejaran anjing sepulang dari TK. Dengan terbirit-birit kita lari tunggang langgang pulang ke rumah sampe ngos-ngosan.
Ketika SD kita berdua ikut lomba Sains Matematika tingkat Kecamatan. Aku juara lomba Sains Matematika, kamu juga juara Sains IPA dan terus konsisten hingga kuliah dan mengajar jurusan Biologi. Hingga dewasa kamu tetap konsisten dengan jalur IPA khususnya Biologi. Menurun dari Bapak Untung Rasmono, semoga Allah merahmatinya.
Waktu SMP kita berpisah sekolah, aku di Pringsewu kamu di Kalirejo. Kamu makin sibuk saat jadi ketua OSIS. Aku sibuk juga, sekolah sambil mondok. Kenangan tahun-tahun ini ga begitu banyak. Banyak lupanya.
Di SMA pun selama 3 tahun kita tempuh jalan Kauman-Kotagajah bersama. Tawa dan tangis saling dibagi bersama.
Sewaktu kuliah meski berbeda kampus kita tetap dekat. Dan menikah pun hampir bersama, aku menikah dulu di bulan September. Kamu sebulan setelahnya melangsungkan akad bersama Dharma Setyawan.
Ibu Ideologis
Perbincangan terakhir denganmu tentang memiliki anak. Kamu sudah siap dan ridho dengan ketetapan Allah tidak memiliki anak biologis. Kamu akan menjadi ibu ideologis yang melahirkan anak-anak penggerak masyarakat.
Kesibukan bersama suami, Bapak Dharma Setyawan mengurus Payungi (Pasar Yosomulyo Pelangi) kota Metro terus menjadi aktivitasmu. Berbagai kegiatan dan kesibukan terus dilakukan meski saat dirimu sakit.
Kepergianmu meninggalkan tangis dan duka yang mendalam. Kami semua ridho dengan ketetapanNya, semua yang bernyawa pasti akan mati. Hanya izinkan kami berbagi kenangan yang indah dan mengambil pelajaran untuk terus memperbaiki diri.
Selamat Beristirahat, doaku semoga Allah merahmatimu, mengampunimu, melapangkan kuburmu dan memasukkanmu ke surgaNya yang penuh dengan kenikmatan dan keridhoan Tuhan.
– Sefrizal Permana

Discussion about this post