Selasa, April 28, 2026
Payungi.org
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
Payungi.org
No Result
View All Result
Home Catatan

Keliling Metro #8

by Dharma Setyawan
24 Februari 2023
in Catatan, Gagasan, News
Reading Time: 1min read
A A
0
Keliling Metro #8
Share on FacebookShare on Whatsapp

Placemaking menjadi tema penting dalam mempromosikan karya lokal. Upaya pemberdayaan ruang publik yang akarnya bottomup untuk mendorong jenama lokal. Konsep placemaking adalah bisnis, bukan sekadar idealisme. Keresahan terhadap eksistensi lokal, menjadi penyemangat dan penyelamat modal budaya dan modal sosial.

Placemaking dimulai tahun 1990-an dalam Project for Public Spaces, tetapi sudah mendapatkan daya tarik pada 1960-an, ketika Jane Jacobs dan William H. Whyte memperkenalkan ide-ide terobosan tentang merancang kota untuk orang-orang, bukan hanya kendaraan dan pusat perbelanjaan.

Jadi penguatan identitas lokal berbasis komunitas adalah penghargaan terhadap manusia dan lingkungan sekitar. Placemaking bertujuan mendukung pergerakan, memperluas jaringan, serta berbagi pengalaman dan sumber daya bagi placemakers.

Placemaking dibangun untuk menguatkan komunal bukan mendukung merek luar atau jenama asing. Gerakan komunitas Inklusif, saling melengkapi dan mendorong kolaborasi lokal. Placemaking bukan hanya kepentingan keilmuan arsitektur, tapi ada proses membangun story, history, public space, jenama (merek), narasi, soft power, membangun jiwa, dan dorongan ide yang diwujudkan bersama-sama.

Produk lokal menjadi kebanggaan kolektif komunitas karena menyangkut masa depan ekonomi dan ekosistem yang sustainable. Jadi proses placemaking bukan saja berebut ruang, tapi menggali value dan menemukan wisdom pada penciptaan ruang dan penguatan komunitas.

Placemaking yang menampung jenama lokal wajib didorong berintegrasi menguatkan ruang dan community. Terhubung untuk saling memberi energi satu sama lain. Keliling Metro dimaksudkan akan menjadi jaringan untuk menghubungkan kampung-kampung kreatif lainnya. Placemaking relevan untuk dikembangkan baik di kota atau di desa. Modal keragaman budaya dan gerakan sosial komunitas menjadi paling berharga untuk mengembangkan placemaking.

ShareSendShare

Discussion about this post

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi

© Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In