Oleh: Maria Kristina
Hifni Septina Caroline — Hadirnya Sebuah Cahaya, Kepergiannya Sebuah Kehilangan
Tak semua orang datang ke dunia ini membawa pengaruh besar.
Tapi ada yang datang diam-diam, berjalan perlahan,
dan meninggalkan jejak dalam begitu banyak hati—itulah Hifni Septina Caroline.
Mbak Hifni bukan hanya seorang sahabat, rekan, atau aktivis.
Beliau adalah jiwa yang memilih berjalan sunyi,
namun terus menyinari sekelilingnya dengan ketulusan dan kebaikan yang tak pernah dibuat-buat.
Kami mengenangnya sebagai pribadi yang lembut, hangat, dan tidak pernah setengah hati.
Dalam setiap percakapan, ada makna.
Dalam setiap langkah, ada niat baik.
Dalam setiap kerja kecilnya, terselip cinta yang besar terhadap manusia, lingkungan, dan kehidupan.
Di dunia pertanian organik, Mbak Hifni bukan hanya membantu memasarkan hasil tani.
Ia hadir sebagai jembatan antara petani kecil dan konsumen yang peduli.
Ia berbicara soal keadilan harga, soal keberlanjutan, dan soal mencintai tanah yang memberi kita makan.
Ia tak hanya mengajar—ia menghidupkan nilai.
Tak hanya mendampingi mahasiswa—ia mendorong mereka menemukan arah.
Tak hanya berbuat baik—ia mengakar dalam gerakan kebaikan yang terus menjalar.
Kami teringat betul, bagaimana ia duduk di teras rumahnya bersama sahabat,
membahas soal pemberdayaan perempuan, memikirkan solusi untuk pasar lokal,
dan merancang aksi-aksi sederhana yang berdampak luar biasa.
Kepergiannya memang mengejutkan. Terlalu cepat, terlalu sunyi.
Namun kami percaya, bahwa orang baik seperti beliau tak pernah benar-benar pergi.
Namanya kini tinggal dalam doa,
dan kebaikannya hidup dalam cerita-cerita yang kami bagi kepada generasi berikutnya.
—
Mbak Hifni, terima kasih.
Atas hidupmu yang sederhana tapi berarti.
Atas caramu mencintai tanpa banyak kata.
Atas waktumu, senyummu, dan semangatmu yang tak pernah padam.
Kami akan terus mengenangmu—bukan dalam kesedihan,
tapi dalam semangat untuk meneruskan jejak kebaikan yang telah kau tanam.
Semoga damai bersama Tuhan,
dan semoga dunia ini melahirkan lebih banyak orang sepertimu.

Discussion about this post