Senin, April 6, 2026
Payungi.org
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
Payungi.org
No Result
View All Result
Home Catatan

Mengenang Mba Hifni: Sebuah Catatan Santri Imitasi yang belajar dari Santriwati

"Mba Hifni bukan sekadar pendamping, melainkan juga sumber inspirasi dan penguat langkah Pak Dharma dalam pendididkan, pengabdian dan pembedayaan masyarakat." - Taufiq Hidayat Nazar

by Payungi
5 Agustus 2025
in Catatan, In Memoriam: Hifni, Wes
Reading Time: 2min read
A A
0
Mengenang Mba Hifni: Sebuah Catatan Santri Imitasi yang belajar dari Santriwati
Share on FacebookShare on Whatsapp

Oleh: Taufiq Hidayat Nazar

Dalam sejarah perjalanan hidup banyak tokoh besar, tak sedikit di antara mereka yang pernah merasakan duka mendalam ketika istri tercinta meninggal dunia. Sebut saja BJ Habibie yang kehilangan Ibu Ainun, sosok penuh cinta serta pengorbanan yang selalu setia menemani dan menguatkan di setiap fase perjuangannya, Bung Tomo yang besar di panggung sejarah, namun sangat mengandalkan doa dan semangat sang istri, Sulistina dan tentu kisah yang paling fenomenal ialah duka Nabi Muhamad SAW saat Sayyidah Khadijah RA kembali ke pangkuan Sang Khalik. Di balik kegigihan para tokoh, nyatanya ada peran perempuan tangguh yang menjadi sumber kekuatan, kehangatan rumah, hingga sahabat terdekat dalam perjuangan hidup.

Tak berbeda jauh, saya baru-baru ini turut merasakan kehilangan yang mendalam saat Mba Hifni Septina Carolina istri sahabat, mentor dan motivator saya Pak Dharma Setyawan, dipanggil lebih dahulu. Mba Hifni bukan sekadar pendamping, melainkan juga sumber inspirasi dan penguat langkah Pak Dharma dalam pendididkan, pengabdian dan pembedayaan masyarakat. Di beberapa momen pada arisan “Happy Family” (sekumpulan kolega yang melingkar berikhtiyar memiliki momongan), Mba Hifni juga menjadi penasehat on the spot jika Pak Dharma mulai offside dalam kelakarnya. Hehehe…

Selama saya mengenal Mba Hifni dan berinteraksi baik di kegiatan kampus maupun di luar kampus seperti arisan, pengajian pesantren wirausaha Payungi, kita bersepakat bahwa Mba Hifni selalu menghadirkan vibe positif dalam keseharian, bertutur kata santun, serta mampu menyenangkan siapa saja yang berinteraksi dengannya. Mba Hifni juga dikenal pintar, aktif berbagi ilmu, dan sangat peduli terhadap isu perempuan, anak, maupun lingkungan sekitar.

Ada kesan baik Mba Hifni yang sangat membekas bagi saya. Mba Hifni menjadi santri yang hadhir jiwa, khusyu’ raganya saat di setiap pengajian Pesantren Wirausaha Payungi, khususnya ditiap saya berkesempatan menjadi pemateri. Kesan sederhana memang, tapi bagi santri imitasi seperti ini laku Mba Hifni mencerminkan akhlak santri sejati. Seorang santri tidak hanya sekedar hadir di majlis, tapi tawajjuh-nya harus seirama dengan hati, pikiran dan akalnya.

Selain itu ada kesan baik yang berdampak bagi saya pribadi dari sosok Mba Hifni. Kepedulian Mba Hifni terhadap isu perempuan dan anak lewat konten tulisan dan media sosial, ditambah Mba Hifni menjadi punggawa di Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Metro kala itu meng-influence saya untuk menyelipkan isu penting ini di tiap ruang-ruang dakwah yang saya lakoni. Tidak sedikit bahkan, di satu waktu saat dakwah dan diskusi saya akan bercerita tentang isu perempuan dan anak dimana argumen-argumen yang saya bangun berdasar dari kontennya Mba Hifni. Hingga saat saya menulis catatan ini, apa jangan-jangan sayalah santrinya ”Bu Nyai Hifni”.

Ya, saya menyebut Bu Nyai bukan tanpa alasan, Sodara. Sebab Mba Hifni adalah seorang istri dari Pengasuh Pesantren Wirausaha Payungi, Pak Dharma Setyawan. Dalam majlis Pesantren Wirausaha Payungi, Mba Hifni tidak sungkan berbaur dengan santri emak-emak. Mba Hifni juga ikut tertawa lepas melihat guyon dan kelakar para emak-emak. Tidak ada sekat dan jarak, meski ia istri seorang penggagas founder Payungi.

Pada akhirnya, saya hanya bisa mengatakan bahwa Mba Hifni telah kembali kepada Allah dalam keadaan sebaik-baik hamba. Jejak-jejak kebaikannya akan terus bertumbuh seiiring dengan perkembangan Payungi dan komunal-komunal yang menaunginya. Saya semakin yakin bahwa Mba Hifni pulang dalam ridha-Nya, saat saya menyaksikan waktu-waktu terakhirnya dengan raga yang menahan sakit, Mba Hifni tetap membesarkan Nama-Nya dengan lirih dan tenang.

Guru saya Habib Geys Abdurrahman pernah mengatakan: Jika waktu tinggal helaan nafas, biarlah dia berhembus membawa manfaat, bagi diri yang terus belajar, bagi keluarga yang butuh pelita dan bagi dunia yang haus akan kebaikan

Selamat jalan Bu Nyai…

Kau tinggalkan kesan kebaikan

Mempermudah dirimu pulang

Disambut ridha Allah Tuhan semesta Alam

ShareSendShare

Discussion about this post

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi

© Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In