Selasa, April 14, 2026
Payungi.org
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi
No Result
View All Result
Payungi.org
No Result
View All Result
Home Catatan

Tak Sedarah, Namun Melebihi Saudara: Kenangan Bersama Mba Hifni Septina Carolina

"Engkau bukan hanya sahabat, tetapi juga bagian dari perjuangan dan kenangan hidup saya yang tak tergantikan." - Aisyah Khumairo

by Payungi
31 Juli 2025
in Catatan, In Memoriam: Hifni, Wes
Reading Time: 3min read
A A
0
Tak Sedarah, Namun Melebihi Saudara: Kenangan Bersama mba Hifni Septina Carolina
Share on FacebookShare on Whatsapp

Kota Metro, pada awalnya, bukanlah tempat yang akrab bagi saya. Letaknya pun tidak saya ketahui secara pasti, apalagi memiliki keluarga di sana. Namun, takdir Allah mempertemukan saya dengan seorang sosok yang kelak sangat berarti dalam hidup saya: mba Hifni Septina Carolina.

Perkenalan kami terjadi pada tahun 2016. Saat itu, saya diperkenalkan kepada mba Hifni melalui suami saya, yang telah berteman akrab dengan suaminya, Mas Dharma Setyawan, sejak masa kuliah di Yogyakarta. Pertemuan pertama kami berlangsung dalam suasana hangat dan penuh makna. Sebagai pasangan yang baru menikah, kami larut dalam percakapan seputar kehidupan rumah tangga. Obrolan kami tidak sekadar basa-basi, melainkan penuh dengan nilai, nasihat, dan semangat untuk menapaki kehidupan pernikahan.

Sejak saat itu, hubungan kami semakin erat. Pada tahun 2017, proyek penelitian para suami mempertemukan kami dalam sebuah perjalanan ke Yogyakarta. Di sela kegiatan tersebut, kami menyempatkan diri mengunjungi kawasan wisata Puncak Pinus Becici. Perjalanan itu tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga momen untuk bertukar ide. Mba Hifni dan suaminya memiliki kebiasaan mulia: mengamati potensi dari daerah lain untuk kemudian diterapkan di Kota Metro.

Gagasan tersebut melahirkan destinasi wisata lokal bernama “Ayo ke Dam Raman”, sebuah hasil dari konsep ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) dari wisata Puncak Becici. Tempat tersebut dikembangkan menjadi area wisata alam yang menarik dengan penambahan spot-spot foto yang estetik. Inovasi ini tidak hanya berhasil menjadi tempat rekreasi, tetapi juga turut mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif masyarakat sekitar. Saya menyaksikan langsung dedikasi dan komitmen mba Hifni dalam proses tersebut.

Perjalanan kami berlanjut dalam kelompok ikhtiar promil. Kami adalah pasangan yang sama-sama mendambakan keturunan. Bersama beberapa rekan lain, kami membentuk kelompok kecil yang saling mendukung, memotivasi, dan berbagi pengalaman. Berbagai ikhtiar kami jalani, mulai dari metode tradisional hingga pemeriksaan medis, termasuk upaya menjaga pola hidup sehat dan berolahraga bersama. Dalam kebersamaan itu, mba Hifni menunjukkan ketulusan dan kekuatan yang luar biasa serta penuh konsistensi menjalani hidup sehat.

Kami juga merupakan rekan seperjuangan dalam membangun karier. Pada seleksi CPNS tahun 2018, kami belajar bersama, saling mendukung, dan berbagi strategi dalam menghadapi ujian. Mba Hifni bahkan menjadi tempat saya belajar, dengan sabar membimbing saya memahami metode pengerjaan soal secara cepat dan efektif. Saat hari ujian tiba, kami berangkat bersama para suami, bahkan duduk berdekatan dalam ruang ujian. Saya masih mengingat dengan jelas bagaimana ia menyelesaikan ujian lebih awal, dan dengan rendah hati mengatakan bahwa nilai yang ia peroleh tidak mencukupi. Pernyataan itu sempat menggoyahkan semangat saya. Dan benar, saya pun mengalami hal serupa—selisih satu poin dari batas kelulusan. Namun berkat ketentuan penurunan nilai ambang batas, alhamdulillah kami akhirnya dinyatakan lulus seleksi.

Pada tahun 2019, kami mengikuti Pelatihan Dasar CPNS dalam gelombang yang sama. Kebersamaan tersebut terus berlanjut hingga tahun 2023, saat kami menjalani Program PKDP sebagai syarat sertifikasi dosen. Selama satu minggu di Hotel Emersia, kami tinggal satu kamar. Selama itu pula, saya banyak belajar dari kedisiplinan dan kebiasaan baik mba Hifni. Ia senantiasa menjaga ibadah malam, shalat dhuha, dan tilawah Al-Qur’an dengan konsisten. Kebaikan dan keteladanannya mendorong saya untuk memperbaiki diri.

Pada tahun 2024, saya dan suami merencanakan ibadah umrah dan mengajak mba Hifni serta Mas Dharma untuk turut serta. Alhamdulillah, mereka menyambut ajakan tersebut dengan antusias. Rencana ini menjadi semakin istimewa karena kami turut mengajak orang tua kami. Namun, tak lama sebelum keberangkatan, Allah menganugerahi saya kehamilan yang telah lama kami harapkan. Kehamilan tersebut membuat saya tidak dapat ikut berangkat, dan saya pun menitipkan ibunda saya kepada mba Hifni.

Saya berkata, “Titip Ibu, ya. Beliau belum pernah naik pesawat dan tidak bisa berbahasa Arab.” Amanah itu ia terima dengan penuh tanggung jawab. Mba Hifni mendampingi ibunda saya dengan sepenuh hati, menuntun dalam setiap rangkaian ibadah umrah, serta memberikan rasa aman dan nyaman sepanjang perjalanan. Ia menjalankan tugas itu bukan karena diminta, melainkan karena keikhlasan yang telah menjadi bagian dari kepribadiannya.

Mba Hifni, meski kita tidak memiliki hubungan darah, kedekatan kita melebihi saudara kandung. Engkau bukan hanya sahabat, tetapi juga bagian dari perjuangan dan kenangan hidup saya yang tak tergantikan. Aku menyayangimu dan mengenalmu sebagai pribadi penuh kebaikan dan keikhlasan.

Kini, engkau telah berpulang ke rahmatullah. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami percaya, engkau pergi dalam keadaan husnul khatimah. Semoga Allah SWT melapangkan alam kuburmu, menerima seluruh amal ibadahmu, dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya. Terima kasih atas semua kenangan, cinta, dan pelajaran hidup yang telah engkau tinggalkan. InsyaAllah, doaku akan selalu menyertaimu. Surga untukmu, mba Hifni Septina Carolina.

Aisyah Khumairo

ShareSendShare

Discussion about this post

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Kampung Anak Payungi
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • Catatan
  • News
  • Video
  • Registrasi
    • Sekolah Desa
  • Materi
  • Omset
  • Galeri Photo Payungi

© Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In