Oleh: Maria Kristina Hifni Septina Caroline — Hadirnya Sebuah Cahaya, Kepergiannya Sebuah Kehilangan Tak semua orang datang ke dunia ini...
Read moreSiang itu 28 Juli aku membaca berita duka mu, berkali kali kubaca lagi wa tersebut aku berharap itu tidak benar....
Read morePerjumpaan Di salah satu sudut Kota Metro, tepatnya di Kelurahan Yosomulyo, saya berjumpa dengan sepasang suami istri yang akan menjadi...
Read moreYa betul, senyum yang begitu manis, awal mula aku mengenalnya. Kami hanya bertukar senyum tanpa saling menyapa. 2018 awal mula...
Read moreSaya memang belum lama mengenal Mbak Hifni Septina Carolina. Namun entah mengapa, perasaan saya mengatakan sebaliknya-seolah-olah sudah lama menjalin kedekatan....
Read moreMengenang 7 hari wafatnya Hifni Septina Carolina Hari ini, tepat tujuh hari wafatnya sahabat terbaik kami, Hifni Septina Carolina. Rasanya...
Read moreAku selalu merasa cukup kuat untuk menghadapi perpisahan. Tapi entah mengapa, saat mataku menangkap kalimat, “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un,”...
Read moreTahun 2004, awal diberlakukannya Kurikulum Berbasis Kompetensi, adalah hal baru untuk diterapkan pertama kalinya. Kebetulan, aku sebagai guru Matematika mendapat...
Read more“Senyum adalah pesan kebahagiaan yang mudah sampai ke hati, jangan menunggu kebahagiaan untuk bisa tersenyum, tapi tersenyumlah untuk menjemput kebahagiaan...
Read moreBeberapa orang hadir ke dunia, tidak untuk menjadi pusat perhatian, tetapi untuk memberi arah dan juga penerang. Mereka hidup dengan...
Read more© Payungi - All Right Reserved