Tidak semua orang hidup dengan suara keras. Ada yang memilih jalan sunyi—menjadi cahaya tanpa sorotan, menjadi akar tanpa perlu bunga....
Read moreMbak Hifni telah tiada. Pergi meninggalkan dunia dengan segala amal, doa, dan kenangan yang ditinggalkannya. Tapi betapa menjengkelkannya bagi saya...
Read moreKenangan Bersama Hifni Septina Carolina 7 September 1988-28 Juli 2025 Senin lalu jadi hari paling mendung dibanding sebelumnya. Mendengar kabar...
Read moreإنا لله وإنا اليه راجعون... Inna lillāhi wa inna ilaihi rāji‘ūn. "Allah meminjamkan seorang hamba yang luar biasa kepada kami,...
Read moreJeng Hifni, begitu saya memanggilnya. Perempuan bersahaja penuh semangat, itu terlihat jelas dari pancaran mata dan senyumnya. Bahkan hanya dengan...
Read moreAda sebagian orang yang meskipun tak sering kita temui, kehadirannya membekas dalam jalan hidup kita. Bu Hifni, begitu saya mengenalnya...
Read moreBuk Hifni Septina Carolina, saya memanggilnya. Perempuan yang memberikan ruang bagi semua untuk tumbuh. Dan, saya banyak belajar darinya. Saya...
Read moreMasih teringat jelas, Sabtu malam (26/7/2025) saya bertemu dengan seorang teman untuk berbincang banyak hal. Pada obrolan tersebut kami sempat...
Read morePertama kali aku mengenal Hifni Septina Carolina adalah di ajang Women Writer Conference (WWC) 2019 di Cirebon. Sejak saat itu,...
Read moreSetelah kepergianmu yang mengagetkan itu. Rasanya aku tidak punya apapun yang bisa kuberikan. Selain tulisan untuk mengenang seluruh kebaikanmu. Bu,...
Read more© Payungi - All Right Reserved